News - 28 Oktober 2017 , Enam WNA nekat kabur dari Rutan Detensi Imigrasi (Rudenim) Kantor
Imigrasi Kelas I Balikpapan, Kalimantan Timur, pagi tadi. Seorang di
antaranya, patah kaki, lalu diamankan warga dan dikembalikan ke Rudenim.
Lima lainnya, masih dicari.JudiBola
Peristiwa itu, diperkirakan terjadi
sekira pukul 05.00 WITA, dan baru diketahui petugas Imigrasi Kelas I
Balikpapan, beberapa saat kemudian.AduQ
"Benar kejadiannya. Semuanya
warga Afghanistan," kata Kasubsi Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi
Kelas I Balikpapan Bismo Surono, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat
(27/10).Maxbet
Peristiwa itu bikin heboh warga sekitar. Keenam WNA
Afghanistan itu, kabur dengan memanjat tembok yang mengelilingi Rudenim.
"Tapi, seorang di antaranya, patah kaki dan ditemukan warga, kemudian
dikembalikan ke kita," ujar Bismo.
"Kita sudah koordinasikan
dengan semua pihak dalam Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing), termasuk
kepolisian. Foto-foto kelima WNA yang kabur itu, sudah kita sebarkan ke
banyak lokasi sampai ke bandara dan pelabuhan," tambah Bismo.Bandarq
Warga
Afghanistan itu, diketahui sudah berada di Rudenim, sejak pertengahan
2014 lalu. Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan sendiri, belum tahu
persis, penyebab mereka masih di Rudenim sedemikian lama, lebih dari 3
tahun ini.
"Mereka ini pencari suaka, dan diamankan sejak Juli
2014, saat terjaring di Balikpapan. Kami kurang tahu persis kenapa
proses di UNHCR begitu lama ya, sampai sekarang ini," ungkap Bismo.
Sebelum
peristiwa ini, Rudenim Balikpapan dihuni 226 orang WNA, yang masih
menunggu tindaklanjut keimigrasian. "226 orang itu, 5 orang kabur. Jadi
sekarang menyisakan 221 orang di Rudenim," terangnya.
Ditanya merdeka.com lebih jauh apakah kelima orang WNA Afghanistan yang kabur ini berbahaya, Bismo tidak tahu persis.
"Mereka
masuk DPO ya sekarang. Untuk itu (berbahaya atau tidak), kurang tahu.
Yang namanya melarikan diri ya mesti dicari juga," demikian Bismo.

