News - 28 Oktober 2017 , Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyampaikan
orasi kebangsaan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),
Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (27/10). Orasi dalam rangka Hari
Jadi ke-59 UMS tersebut mengambil tema 'Aktualisasi nilai-nilai
keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara'.JudiBola
Di hadapan
ratusan mahasiswa dan civitas akademika, Zulkifli berbicara banyak
tentang Pancasila dan pemahamannya. Pancasila sebagai produk final yang
mempersatukan bangsa. Dia juga menyebut Pancasila sebagai perilaku.AduQ
"Pancasila
itu perilaku, perilaku kita, perilaku pemerintah, perilaku
undang-undang, perilaku yang berpihak kepada kepentingan bersama,
perilaku yang saling menghargai dan perilaku yang mempersatukan kita.
Bukan untuk saling memisah-misahkan atau mengotak-kotakkan tetapi
mempersatukan seluruh bangsa Indonesia," ujarnya.Maxbet
Zulkifli tak
menampik keberagaman bangsa Indonesia. Namun semua sudah sepakat
sebangsa setanah air dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara
Republik Indonesia. Untuk itu ia meminta agar tak ada lagi yang
mengotak-kotakkan sebagai kelompok yang pro dan anti Pancasila.Bandarq
"Pancasila
adalah alat mempersatu, oleh karena itu, kita hentikan mereka yang
mendukung Perppu Ormas dianggap Pancasila, yang tidak mendukung dianggap
anti Pancasila. Mari kita jadikan Pancasila sebagai alat pemersatu,"
tegasnya.
Zulkifli juga mengingatkan bahwa di dunia ini ada
kelompok kecil radikal yang harus dihadapi bersama. Namun ia juga
mengingatkan jika ada orang yang khusyuk menjalankan ajaran agamanya
kemudian dicap sebagai orang yang anti Pancasila.
"Jangan dicap
macam-macam, itu nanti berbahaya. Mari kita kembali kepada nilai-nilai
luhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila dalam arti yang sesungguhnya,"
ucapnya.

