News - 28 Oktober 2017 , Partai Golkar akhirnya mengumumkan Ridwan Kamil dan Daniel
Muttaqien sebagai bakal cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub
Jabar 2018. Golkar meninggalkan Dedi Mulyadi yang awalnya
digadang-gadang menjadi cagub. Golkar juga berebut dengan PPP yang lebih
dulu mendukung Emil dan memasangkannya dengan Bupati Tasikmalaya UU
Ruzhanul Ulum.JudiBola
Dalam pengumuman yang disampaikan di kantor DPP Golkar, Jakarta,
Jumat (27/10), Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan pihaknya
memutuskan mendukung Ridwan Kamil dengan pertimbangan hasil survei.AduQ
Berdasarkan
hasil survei, elektabilitas dan popularitas Emil berada di posisi
tertinggi ketimbang calon lain. Keputusan mengusung Emil-Daniel juga
diputuskan setelah tim Pilkada pusat berkonsultasi dengan Ketua Umum
Setya Novanto. Surat keputusan penetapan Emil-Daniel telah
ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar.Maxbet
"Sesuai
dengan hasil rapat tim pilkada pusat, rapat pleno maka DPP Partai Golkar
telah menetapkan calon gubernur adalah Ridwan Kamil dan saudara Daniel
Muttaqien sebagai cawagub untuk Pilkada Jabar," kata Idrus di Kantor DPP
Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (27/10).Bandarq
"Sebelum diambil
keputusan, semua bebas berwacana, tapi setelah diambil keputusan maka
seluruh keluarga besar Partai Golkar harus ikuti seluruh kebijakan
partai yang diputuskan melalui proses-proses demokratis," tambah Idrus.
Proses
penetapan itu, lanjut Idrus, telah melalui proses panjang. Salah
satunya berkomunikasi dengan Partai NasDem sebagai partai yang telah
lebih dulu mengusung Emil.
Sejauh ini, Golkar baru melakukan
pertemuan dengan NasDem untuk membahas pencalonan Emil-Daniel.
Sementara, partai pendukung lain seperti PKB dan PPP baru sebatas
komunikasi informal. Idrus berharap, partai-partai pendukung Emil
lainnya bisa menerima duet Emil-Daniel.
"Tentu nanti ada pengertian dari temen-temen ya karena namanya calon
gubernur itu hanya satu dan calon wakil gubernur juga hanya satu, maka
kita lebih mengedepankan bagaimana kemenangan itu kita capai di provinsi
Jabar," ucap Idrus.
Idrus mengungkapkan alasan mengusung Daniel
sebagai pendamping Emil karena Daniel adalah kader muda yang
berprestasi. Selain itu, dia meyakini duet Emil-Daniel bisa meraup
kemenangan di atas 60 persen di Pilkada Jabar.
"Memang Daniel
Muttaqien adalah seorang kader dari anak muda dan juga punya prestasi
ya. Dan punya kerja-kerja politik yang sangat luar biasa," ucapnya.
Sementara
itu, PPP sebagai partai yang telah mendukung Emil lebih dulu dan
menggenapkan syarat dukungan, telah mengajukan nama Uu Ruzhanul Ulum.
Emil sendiri mengaku tidak keberatan karena menyerahkan nama wakilnya
kepada partai koalisi.
"Ya nanti, ada tahapan selanjutnya, ada
komunikasi selanjutnya yang dibicarakan. PPP tetap mendorong Pak Uu
(Bupati Tasikmalaya) karena ini telah kita komunikasikan sebelumnya,"
kata Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi saat dihubungi, Kamis (26/10).
Meski
mempertahankan Uu, kata Arwani, PPP juga terbuka untuk menjalin
komunikasi dengan Golkar soal nama Daniel sebagai pendamping Emil. PPP
menyambut baik dukungan Golkar ke Emil sebagai tambahan kekuatan.
"Sebagai
tiket untuk bisa maju dalam Pilkada itu kan sudah dipenuhi yakni dengan
dukungan PPP, NasDem dan PKB, di luar itu sebagai dukungan, sebagai
tambahan amunisi, ya seperti itu," ujar Arwani.
Sementara Wasekjen PPP Ahmad Baidowi mengatakan Ridwan Kamil telah
berkomunikasi dengan partai-partai pendukungnya terkait calon wakilnya
di Pilgub Jawa Barat. Hal ini yang akhirnya menjadi pertimbangan PPP
menduetkan kadernya, Uu Ruzhanul Ulum dengan Emil sapaan Ridwan Kamil
pada Selasa (24/10) lalu.
"Sudah dengan Ridwan Kamil. Ridwan
Kamil yang komunikasi," kata Ahmad Baidowi yang akrab disapa Awiek saat
dihubungi merdeka.com, Jumat (27/10).
Selain Uu Ruzhanul, muncul
nama kader Partai Golkar Daniel Muttaqien yang disebut-sebut akan
diduetkan dengan Ridwan Kamil jika Golkar bergabung dalam koalisi. Meski
Golkar Jabar memiliki modal 17 kursi di DPRD Jawa Barat, Awiek menyebut
Pilkada ditentukan perhitungan kemenangan bukan jumlah kursi. "Pilkada
hitungan menang atau kalah," tegasnya.
PPP menyiapkan Uu sebagai
pendamping Emil berdasarkan hasil survei pasangan calon gubernur dan
wakil gubernur Jawa Barat. Dari hasil survei, nama Uu menjadi yang
tertinggi di posisi tertinggi. Emil disebut mengamini mengamini hasil
survei tersebut. "Dalam beberapa kesempatan kita sudah sampaikan kepada
Ridwan Kamil bahwa PPP plotnya di cawagub," klaim Awiek.
Meski
demikian, PPP tidak membatasi partai lain untuk mengajukan calon
pendamping Emil. Namun, dia yakin Emil pasti akan melihat hasil survei
untuk menentukan calon wakilnya. "Soal parpol lain ajukan figur itu hak
mereka, tapi kami yakin RK akan melihat hasil survei. Selain itu,
pasangan RK-Uu koalisi Nasionalis-Islam. Antara Priangan Barat-Priangan
Timur," ucapnya.



