Tak ada perhatian Pemkot, banyak makanan khas Palembang nyaris punah

October 28, 2017

   

News - 28 Oktober 2017 , Pemerintah Kota Palembang dinilai gagal mempertahankan eksistensi makanan khas daerah. Pasalnya, hingga kini terdapat puluhan kuliner daerah itu nyaris punah.JudiBola

Ketua Kerukunan Keluarga Palembang, Kiagus Abdul Rozak mengungkapkan, dari ratusan kuliner di Palembang, hanya puluhan jenis yang masih dikenal karena masih dijual di pasaran. AduQ

Makanan yang masih ditemui mayoritas terbuat dari ikan dan terigu, semisal pempek, model, tekwan, pempek tunu (panggang), lenggang, lakso, burgo, dan beberapa jenis kue.Maxbet

"Orang tahunya cuma pempek saja, padahal masih banyak jenis makanan khas, sayang sekali banyak yang tidak dikenal lagi karena nyaris punah," ungkap Rozak kepada merdeka.com, Jumat (27/10).

Makanan khas Palembang yang jarang ditemukan lagi, kata dia, di antaranya mentu, dadar jiwo, gandus, putu embun, bangkit, tapel, pare, lumpang, manam sahmin, kumbu kacang dan puluhan jenis lain. Makanan tersebut terkadang hanya disajikan saat acara formal.

"Untuk jumlah persisnya belum terdata, tapi ada puluhan jenis yang nyaris punah," ujarnya.Bandarq

Menurut dia, kondisi ini disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. Dia menilai pemerintah hanya fokus mengedepankan makanan yang terkenal meski makanan jenis lain cukup menjanjikan dari sisi ekonomi.

"Sejauh ini tidak ada dokumentasi resmi dari Pemkot tentang makanan khas daerah. Ini artinya, Pemkot gagal mempertahankannya. Ini bahaya, bagaimana generasi penerus bisa mengenalnya," kata dia.

Agar eksistensi makanan itu tetap terjaga, paling tidak pemerintah menerbitkan buku berisi nama-nama jenis makanan berikut resep. Dengan begitu, masyarakat dengan mudah membuat makanan.

"Orang Palembang ini rajin bikin makanan, tapi itu-itu saja. Nah, tidak salah mencoba makanan lain, itu jika ada buku panduan," ujarnya.
Previous
Next Post »