Empat kecamatan di Semarang ini bakal dioptimalkan produksi beras singkong

October 28, 2017

  

News - 28 Oktober 2017 , Pemerintah Kota Semarang akan melakukan pendampingan kepada para petani di Kota Semarang untuk dapat memproduksi beras berbahan singkong atau yang dikenal oyek.JudiBola
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, disela peringatan Hari Pangan Sedunia, di Balai Kota Semarang, Jumat (27/10).AduQ
Hendi, sapaan Wali Kota menyebutkan, meskipun sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, pihaknya akan tetap mempertahankan 52 persen luas wilayah Kota Semarang sebagai lahan hijau, baik itu untuk wisata alam maupun lahan pertanian.
"Jadi namanya ini beras analog, sama seperti beras seperti biasanya, rasanya juga sama, hanya bukan dari padi, tetapi dari singkong, seperti yang disajikan saat ini. Sehingga ini bisa jadi potensi yang besar bagi industri agrikultur di Kota Semarang," sebut Hendi.
Pendampingan akan dilakukan Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan di empat kecamatan yaitu, Kecamatan Mijen, Ngaliyan, Gunungpati dan Tugu.
"Kita tahu bersama, bahwa produksi beras dari padi di Indonesia kondisinya semakin tidak mampu memenuhi, sehingga kesempatan ini harus diambil petani singkong untuk lebih berdaya melalui beras analog," ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menyebutkan, pendampingan akan dilakukan mulai dari pelatihan mengolah singkong menjadi tepung hingga beras.
"Kami sudah membentuk Kelompok Distribusi Pangan Masyarakat yang akan kita latih mengolah singkong secara bertahap, pertama diolah menjadi tepung dulu, baru kemudian menjadi beras," jelas Sapto.
Dalam kesempatan terebut juga dihidangkan nasi berbahan dasar singkong untuk dikonsumsi bersama. "Mulai hari ini sudah kita perkenalkan kepada masyarakat untuk mengonsumsi beras singkong, misalya melalui kegiatan ini, sehingga nantinya begitu produksi sudah banyak, permintaan masyarakat juga bisa tinggi," tambahnya.
Previous
Next Post »