Pengakuan bos PD Dharma Jaya, anak buahnya dimaki saat supplier tagih utang

March 16, 2018

Pengakuan bos PD Dharma Jaya, anak buahnya dimaki saat supplier tagih utang



BERITA TERDEPANPD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD terbesar yang dimiliki Pemprov DKI. BUMD ini bergerak di bidang penampungan pemotongan hewan. Namun beberapa hari ini BUMD bidang Pangan ini sedang bergejolak.

Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati membongkar perusahan yang dipimpinnya kehabisan dana kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) senilai Rp 41 miliar pada November 2017 tak kunjung cair.
Bahkan beberapa hari yang lalu, Marina bercerita karena PSO tidak kujung dicairkan, dia harus mengutang ke pengusaha pemasok ayam sekitar Rp 80 miliar. Akibat dari ini, salah satu pagawainya sampai ditangih beberapa kali oleh pengusaha ayam tersebut untuk segera melunasi utang tersebut.
Salah satu pegawai PD Dharma Jaya mencerita asal mula penangih utang tersebut, dia mengatakan terkena 'semprot' dari vendor tersebut karena tak kunjung dibayar.
Dia menjelaskan kenapa sampai saat itu, Dharma Jaya tidak membayar utang tersebut, saat ini dia berkata karena PD Dharma Jaya tidak lagi ada uang untuk melunasi.
"Saya bilang, ya emang saldo kita enggak ada. Belum cair. Dia sempet ngotot, pokoknya kita disuruh cari harus cair. Dia bilang dikejar-kejar juga supplier, saya kan bilang, saya cuma staf enggak bisa kasih keputusan," kata pegawai tersebut yang enggan disebutkan namanya, di Gedung PD Dharma Jaya, Jumat (16/3).
Dia mengatakan PD Dharma Jaya berutang kepada vendor tersebut mencapai sekitar Rp 1,5 miliar. Dia menjelaskan desakan untuk segera bayar karena vendor tersebut juga sedang membutuhkan uang untuk perputaran perusahaannya tersebut.
"Dia juga udah enggak ada duit lagi, saya kan sudah sesuai SOP. Saya bukan menunda pembayaran tapi enggak ada dana ya gimana," tutur dia.
Sebelumnya Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina mengungkapkan dana PSO sejak November 2017 yang belum turum mencapai Rp 41 miliar. Ini yang membuat harus putar otak, bagaimana untuk memenuhi ketersediaan daging ayam.
"Pokoknya saya begini, saya berusaha keras cari sana-sini. Sekarang di sana nilainya sudah sampai Rp 80 Milyar. Orang mau 'ngutangin' juga limited (terbatas). Anak-anak sudah dimaki-maki sama supplier, sampai nangis-nangis," ujarnya.
Previous
Next Post »
0 Komentar