Senjata Perang Mengerikan Milik Rusia

March 15, 2018

Senjata Perang Mengerikan Milik Rusia

BERITA TERDEPANRusia adalah negara berdaulat yang terletak di sebelah timur benua Eropa dan utara Asia. Rusia memiliki wilayah dengan luas 17.125.200 km2 yang menjadikan Rusia sebagai negara terluas di dunia, dimana luas wilayah negara ini mencakup dari seperdelapan luas daratan di bumi. Rusia pun menjadi salah satu negara penghasil minyak dan gas alam terbesar di dunia yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian negara ini. Selain penghasil komoditas yang penting bagi dunia, Rusia juga dikenal sebagai negara berteknologi canggih dalam menciptakan senjata militer atau perang, dimana Rusia pun biasa kita kenal dari film – film sebagai salah satu saingan Amerika Serikat dalam berbagai hal, terutama senjata perang. Namun, dalam sejarah, Rusia ternyata memiliki senjata – senjata perang yang dikenal sangat mengerikan bagi lawannya. 

Katyusha Rocket Launcher

Katyusha-Rocket-Launcher

Pada bulan Juni 1941, ketika invasi Jerman yang ketiga, hanya ada 40 unit Katyusha yang dibuat di Uni Soviet. Dan pada tahun 1943, sekitar 3237 unit Katyusha yang beroperasi. Dilihat dari beberapa penyangga roket bersiku yang digunakan, awalnya akan terlihat sangat tidak efisien. Namun faktanya, mereka menggunakan penyangga dengan artileri (roket) yang dikalibrasikan dengan tepat, sehingga senjata ini menjadi sangat ekonomis. Dengan bobot yang relatif ringan, membuat reposisi setelah melakukan tembakan menjadi lebih mudah yang membuat musuh kewalahan saat diserang ataupun melakukan serangan balasan. Jangkauan maksimum dari Katyusha adalah 6 mil, meskipun tidak memadai dalam hal presisi bidikan, namun Katyusha tetap menjadi senjata yang mengerikan bagi para tentara Jerman, yang menjuluki senjata ini “Stalin’s Organ”.

T-34 Medium Tanks

T-34-Medium-Tanks

Para penggemar Perang Dunia ke-2 lebih banyak mengenal Tank Panzer Jerman ataupun Tank Tiger, tetapi pada awal perang, semua tank milik tentara Jerman pasti akan takluk dengan tank medium yang satu ini. Senjata yang telah menyelamatkan Moskow dari Operasi Barbarossa. Dengan lapis baja yang beratnya tersebar, peluru dari senjata “Anti Tank” milik Jerman hanya akan terpental saat menembaki tank T-34 ini. Dimana tank ini pun dapat melaju dengan mulus di dalam lumpur saat tank milik tentara Jerman masih tersendat untuk berjalan dalam lumpur.

Butuh waktu bertahun – tahun bagi Jerman untuk menemukan peluru yang bisa menembus lapis baja tank T-34 ini (Peluru 88mm yang terkenal). Red Army (tentara merah) memulai perang dengan 1.000 tank T-34, dan pada saat penyelamatan Moskow, ada 2.800 unit tank T-34 yang digunakan. Selama perang, ada puluhan ribu tank T-34 yang di produksi. Tentara Jerman pun secara terbuka mengatakan bahwa tank T-34 adalah tank terbaik di dunia (Dimana gelar ini luntur saat Tank Tiger yang lebih unggul hadir).

K-278 Nuclear Submarine

K-278-Nuclear-Submarine

Kapal selam K-278 ini diluncurkan pada tanggal 30 Mei 1983. K-278 adalah kapal selam eksperimental yang memiliki kulit ganda dan merupakan bagian dari rangkaian prototipe yang disebut “Komsomolet” (Anggota Pemuda Soviet). Kapal selam ini mampu menyelam sampai 3.346 kaki ( 2 kali lipat dari kemampuan selam kapal selam Amerika) dan berada jauh dibawah jangkauan sistem torpedo Amerika. Namun, pada tahun 1989 saat beroperasi di laut Norwegia, terjadi kebakaran dibagian buritan kapal, dan para kru menghabiskan waktu 6 jam untuk mencoba mengatasinya. Tapi karena katup pasokan udara utama membuat api menjadi semakin ganas, maka usaha para kru pun menjadi sia-sia. Saat evakuasi, sekitar dua pertiga kru kapal meninggal.

Kapal selam ini memiliki 2 tempat penyimpanan senjata misil nuklir, dan berakhir karam di kedalaman 5.250 kaki. Baru pada tahun 1998, pemerintah Rusia menyatakan telah menutup sepenuhnya kapal selam tersebut melalui beberapa ekspedisi. Tapi ada dua hal yang mengganjal dari semua ini. Pertama, kapal selam ini karam tepat diatas jalur penangkapan ikan utama, yang mengingatkan pada pembuangan senjata kimia di laut Baltik. Kedua, bahwa ada pernyataan dengan bukti adanya “kunjungan tidak berizin” ke lokasi kapal selam K-278 oleh “Pihak Asing”. Kemungkinan bahwa senjata nuklir K-278  bisa jatuh ketangan kelompok non-pemerintah yang bisa menjadi hal mengerikan dimasa yang akan datang.

RS-28 Sarmat Nuclear Missile

RS-28-Sarmat-Nuclear-Missil

Ketika NATO menyatakan memiliki senjata nuklir “Satan 2”, kita bisa mengerti perasaan siapa saja yang akan merasa tidak nyaman (bahkan ngeri) dengan kenyataan bahwa ini adalah bagian dari sistem peluncuran senjata yang bisa ditembakan kebagian bumi manapun. RS-28 adalah senjata yang mulai dikembangkan pada tahun 2011 dan diharapkan dapat beroperasi secara aktif pada tahun 2018. Dikatakan, Rs-28 memiliki bobot seratus metriks ton dengan kisaran 6.200 mil. Yang lebih penting lagi, misil ini dilengkapi dengan teknologi “Stealth” (Mode Sunyi - Sembunyi) yang canggih, sehingga target tidak akan dapat mengetahui kedatangannya. Menurut militer Rusia, ledakan dari misil ini sangatlah “ekstrim”, sehingga dikatakan bahwa satu  misil saja bisa menghancurkan semua wilayah Prancis, atau seperti yang mereka katakan lebih jelas, Texas.

The Mosin-Nagant Rifle

The-Mosin-Nagant-Rifle

Senjata ini adalah senjata pilihan para Sniper (penembak jitu) Tentara Merah selama Perand Dunia ke-2. Bahkan pada masa – masa awal perang, ketika kekalahan dari para tentara Jerman, para Sniper yang memakai senjata ini tetap mampu memberi para tentara Jerman beberapa korban jiwa yang menyedihkan. Dalam laporan Nasional, sebuah penyergapan pada bulan September 1941 menyatakan beberapa Sniper menembaki 75 korban pada 1 resimen pasukan infanteri Jerman. Ini adalah pembelajaran kemenangan yang sulit bagi Soviet, mengingat bahwa inilah senjata yang digunakan seorang tentara Finlandia yang disebut Simo “White Death” Hayha (Kematian Putih) untuk membunuh 542 tentara Soviet pada tahun 1939-1940.

Previous
Next Post »
0 Komentar