Sanggupkah Calabria Menjadi seperti Maldini, Bermain dan Setia di Milan?

February 27, 2018

Sanggupkah Calabria Menjadi seperti Maldini, Bermain dan Setia di Milan?

WSD Official Davide Calabria bukan pemain AC Milan yang sudah memiliki nama besar. Ia masih begitu belia untuk disebut pemain senior, tapi paling tidak ia sukses mencuri perhatian setelah mencetak gol pertamanya untuk Milan, ketika menghadapi AS Roma, Senin (26/2) dini hari.

Dalam pertandingan tersebut, pemain 21 tahun tersebut turun sejak menit awal. Lalu ia mencetak gol ke gawang Roma yang dijaga Alisso dengan cara mencungkil bola setelah mendapat umpan terobosan dari Nikola Kalinic. Milan kemudian menang 2-0.

Gol itu terjadi begitu indah. Gol itu terasa sangat spesial bagi Calabria sendiri.

"Selepas pertandingan, rekan setim memuji karena saya mencetak gol yang sangat indah. Oleh sebab itu, saya harus mentraktir mereka makan malam,” kata Calabria setelah mencetak gol debutnya tersebut.

Perjalanan Calabria bersama Milan


Pemain kelahiran Brescia tersebut bergabung dengan akademi Milan ketika usianya masih sangat belia. Calabria kemudian naik kelas ke Milan U-19 pada tahun 2013 ketika usianya 17 tahun.  Ia mendapatkan kesempatan debut bersama tim utama pada era Filippo Inzaghi pada musim 2014/2015. Saat itu, ia masuk menggantikan Mattia de Sciglio dalam kemenangan3-1 atas Atalanta.

Pada era Sinisa Mihajlovic, Calabria masih berada di Milan. Berlanjut pada era Montella, Calabria pun masih bertahan di dalam skuat utama Milan tanpa pernah berstatus sebagai pemain yang dipinjamkan.

Namun keberadaannya dalam tim utama tersebut tidak membuatnya kunjung bersinar. Ia bahkan lebih sering menjadi pemain pelapis.

Calabria bisa bermain sebagai bek kanan dan juga bermain di sisi kiri. Kedatangan sejumlah pemain baru pada musim panas lalu bahkan mengancam perannya di Milan. Untuk sisi kanan, Milan mendatangkan Ricardo Rodriguez dan untuk sisi kanan mendatangkan Andrea Conti.

Sampai saat ini, posisi Calabria belum bisa dipastikan aman di dalam skuat utama. Untuk mengisi pos bek kanan, ia harus bekerja keras dan bersaing merebutkan tempat dengan Ignazio Abate dan Conti (yang saat ini masih dalam perawatan cedera).

Hanya saja usia Calabria saat ini masih muda. Ia masih berusia 21 tahun, dan baru saja mendapat kontrak baru yang mengikatnya hingga 2022 mendatang.

Sepanjang musim ini, Calabria mencatatkan 20 penampilan di semua kompetisi. Jumlah penampilannya tersebut sangat terbantu dengan fakta bahwa Conti masih mengalami cedera.

Selain itu, pemecatan Vincenzo Montella juga menjadi keberkahan bagi Calabria. Pasalnya, pelatih yang saat ini menangani Sevilla tersebut cenderung memaksakan menggunakan formasi tiga bek saat masih menangani Milan.

Kedatangan Gattuso memberikan harapan pada Calabria. Mantan pemain Milan yang ditunjuk menggantikan Montella tersebut kemudian kembali menggunakan formasi empat bek. Maka peluang bermain Calabria secara reguler semakin terbuka. Dan hasilnya pada setiap pertandingan pun sangat mengesankan sejauh ini.

Milan tak pernah mengalami kekalahan sejak 23 Desember 2017 hingga memasuki akhir bulan Februari 2018. Yang terakhir, Milan mengecap kemenangan manis atas AS Roma. Kemenangan ini tentu sangat fenomenal karena ini adalah kemenangan pertama bagi Milan di kandang Roma sejak tahun 2011.

Sementara itu, Calabria sendiri memberikan kontribusi besar dalam kemenangan tersebut. Ia mencetak gol pertamanya untuk klub yang ia bela sejak belia. Milan.

Perjalanan Maldini Menuju Legenda Milan


Sebagai salah satu jebolan akademi Milan terbaik, tidak salah jika Calabria kemudian dibandingkan dengan Paolo Maldini—yang  merupakan pemain legendaris Milan. Suka tidak suka, Calabria harus menghadapi kenyataan itu.

“Saya tumbuh dan berkembang sebagai pesepakbola dengan menonton Paolo Maldini. Namun, saya tidak suka dibandingkan dengan legenda itu,” respon Calabria ketika dibandingkan dengan Maldini.

Tapi yang pasti, menjadi pemain seperti yang selalu dikenang sebagai bek hebat dan legenda Milan adalah sebuah harapan bagi setiap pemain di Milan, termasuk Calabria. Maldini dan Calabria berangkat dari tempat yang sama, hanya masanya yang berbeda. Dan waktu yang membedakan antara keduanya.

Maldini memulai debutnya di Milan pada awal tahun 1985. Ketika itu, ia masuk sebagai pemain pengganti Sergio Battistini ketika menghadapi Udinese. Saat itu usianya baru 16 tahun.

Tak lama setelah menjalani debutnya tersebut, Silvio Berlusconi mengakuisisi aset mayoritas Milan pada 1986. Pria yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Italia tersebut kemudian mendatangkan Arrigo Sacchi sebagai pelatih. Dan setelah tiga tahun berada di tim utama, Maldini sukses memberikan gelar Serie A pertama kalinya pada klub yang pernah dikapteni oleh ayahnya, Cesare Maldini.

Ketika Maldini menjalani debutnya bersama Milan, waktu itu Milan tidak dalam posisi yang ideal. Bahkan dua tahun sebelumnya, Milan sempat bermain di Serie B. Kemudian Berlusconi datang memberikan suntikan dana dan membuat Milan kembali menjadi klub yang disegani di dunia.

Kondisi tersebut sedikit banyak sama dengan Calabria.  Ketika ia promosi ke tim utama, Milan tidak dalam kondisi yang bagus. Lalu setelah tiga tahun berada di tim utama, Milan mendapatkan napas bantuan dari pengusaha Tiongkok setelah tak pernah menjadi juara selama enam tahun terakhir. Berkat pergantian kepemilikan itu, Milan menunjukkan geliat kebangkitan dan mampu membeli sejumlah pemain bintang pada bursa transfer musim panas 2017.

Maldini sukses mengembangkan dirinya bersama dengan pemain-pemain hebat di Milan pasca akuisisi. Ia bahkan menjadi pemain penting di lini belakang bersama dengan Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, Franco Baresi. Calabria harus bekerja keras untuk membuktikan dirinya mampu menjadi bagian penting dalam tim utama seperti Maldini.

Tapi demikian, langkah Maldini di Milan tidak selalu mulus. Ia pernah menjadi hujatan ultras Milan terlebih ketika performa Milan kembali menurun di pertengahan tahun 90-an. Maldini sering menjadi sasaran hujatan. Pada satu ketika ia pernah mendapat tawaran dari Gianluca Vialli untuk bergabung dengan Chelsea pada tahun 1997.  Namun sejarah telah membuktikan bahwa Milan adalah satu-satunya tim yang pernah ia bela sepanjang karier profesionalnya.

Ini langkah yang berkelok dan berat. Untuk menapaki langkah yang pernah ditempuh Maldini tersebut, Calabria pun harus menekuni jalan yang sulit pula.





Sumber : bola.net





Previous
Next Post »